Jumat, 05 Oktober 2012

teori belajar Skinner

B. F. Skinner

Skinner beranggapan bahwa kemampuan memanipulasi kehidupan dan tingkah laku manusia merupakan bukti kebenaran suatu teori. Lebih penting lagi, tingkah laku manusia harus dikontrol karena manusia telah merusak dunia yang ditinggalinya dengan memakai ilmu dan teknologi dalam memecahkan masalahnya.

   Skinner memahami dan mengontrol tingkah laku memakai teknik analisis fungsional tingkah laku, yaitu suatu analisis tingkah laku dalam bentuk hubungan sebab akibat, bagaimana suatu respon timbul mengikuti stimuli atau kondisi tertentu.

·         Struktur Kepribadian

Menurut Skinner, mungkin dapat diperoleh ilusi yang menjelaskan dan memprediksi tingkah laku berdasarkan faktor-faktor tetap dalam kepribadian, tetapi tingkah laku hanya dapat diubah dan dikontrol dengan mengubah lingkungan. Ada dua klasifikasi tipe tingkah laku:

- Tingkah laku responden: respon yang dihasilkan organisme untuk menjawab stimulus yang secara spesifik berhubungan dengan respon itu. Respon refleks termasuk dalam kelompok ini.

- Tingkah laku operan: respon yang dimunculkan organisme tanpa adanya stimulus spesifik yang langsung memaksa terjadinya respon itu. Terjadi proses pengikatan stimulus baru dengan respon baru.

·         Dinamika Kepribadian

Kepribadian dan Belajar

Kehidupan terus menerus dihadapkan dengan situasi eksternal yang baru, dan organisme harus belajar merespon situasi baru itu memakai respon lama atau memakai respon yang baru di pelajari. Skinner yakin bahwa kepribadian dapat dipahami dengan mempertimbangkan perkembangan tingkah laku dalam hubungannya yang terus menerus dengan lingkungannya.

Kondisioning Klasik

Kondisioning klasik disebut juga kondisioning responden karena tingkah laku dipelajari dengan memanfaatkan hubungan stimulus-respon yang bersifat refleks bawaan.

Kondisioning Operan

Tingkah laku operan mungkin belum pernah dimiliki individu, tetapi ketika orang melakukannya dia mendapat hadiah. Respon operan itu mendapat reinforsmen, sehingga berpeluang untuk lebih sering terjadi. Kondisioning operan tidak tergantung kepada tingkah laku otomatis atau refleks, sehingga jauh lebih fleksibel di banding kondisioning klasik.

·         Aplikasi dan Teknik Konseling

Tingkah Laku Abnormal

Skinner berpendapat bahwa tingkah laku abnormanl berkembang dengan prinsip yang sama dengan perkembangan tingkah laku normal. Karena itu menurutnya tingkah laku abnormal dapat diganti dengan tingkah laku normal dengan cara memanipulasi lingkungan. Kelainan tingkah laku merupakan kegagalan belajar membuat respon yang tepat. Dapat disimpulkan bahwa tingkah laku abnormal harus dipahami melalui sejarah reinforsemen yang diterima seseorang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar