Jumat, 05 Oktober 2012

perbedaan psikoanalisa behaviour humanistik


Perbedaan dari Teori Psikoanalisa, Behavioris, dan Humanistik

Psikoanalisa
Behavioris
Humanistik
·      Psikoanalisa memiliki dua asumsi dasar bagaimana memandang manusi, yaitu manusia dipandang sebagai  bagian dari binatang dan bagian dari system enerji. Sebagai binata
ng, manusia adalah organism hidup yang membutuhkan enerji dan hidup berarti mampu mengelola enerji yang dimilikinya.
·      Kunci utama untuk memahami manusia menurut psikoanalisa adalah dengan mengenali insting-insting seksual dan agresi (dorongan biologic yang membutuhkan kepuasan).
·      Enerji psikis yang dimiliki oleh setiap orang harus dimanfaatkan untuk sesuatu yang positif. Apabila enerji psikis dipakai secara salah, orang menjadi tidak dapat memperoleh kepuasan secara wajar, muncullah symptom-simptom neurotik.
·      Untuk mengatasi gangguan tingkah laku itu, para terapis menggunakan teknik catharsis dan free association.
·    Behavioris memandang manusia sebagai mesin. Tingkah laku manusia itu merupakan fungsi stimulus, artinya bahwa determinan tingkah laku tidak berada di dalam diri manusia tetapi berada di lingkungan. Perubahan tingkah laku, apakah itu pengembangan tingkah laku yang lama atau perolehan tingkah laku baru, semuanya disebut belajar.
·    Menurut behavioris, lingkungan berpengaruh besar terhadap tingkah laku.
·    Factor pendorong agar orang bersedia bertingkah laku mengikuti kemauan lingkungan disebut reinforcement. Teori yang digunakan adalah S-O-R-C. konsekuensi didapat dari lingkungan, jadi sebenarnya reward didapat ari lingkungan.
·    Dalam behavioris, terapi yang digunakan adalah memusatkan suatu perhatia pada tingkah laku yang jelas, spesifik dan detail.
·      Humanistik memandang manusia di dalam dirinya memiliki potensi untuk berkembang sehat dan kreatif.
·      Dalam humanistik, motivasi pada manusia bersifat kompleks, artinya motivasi muncul dari beberapa motif yang terpisah. Semua orang termotivasi oleh kebutuhan dasar yang sama. Secara terus menerus, manusia termotivasi oleh satu kebutuhan atau kebutuhna lainnya. Kebutuhan-kebutuhan itu dapat disusun dalam bentuk hierarki.
·      Terapi dalam humanistik dapat dilakukan dengan teknik client center, yaitu memusatkan pada kebutuhan yang sedang terhambat.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar